Oeang Republik Indonesia

Di awal masa kemerdekaan, Indonesia belum memiliki mata uang sendiri. Saat itu, tepatnya tanggal 1 Oktober 1945, pemerintah menetapkan beberapa mata uang yang telah beredar menjadi mata uang yang diakui. Mata uang tersebut adalah uang cetakan De Javasche Bank, uang Hindia Belanda, dan uang Jepang.

Uang 5 Gulden cetakan De Javasche Bank tahun 1934 (Foto: banknoteindex.com)

Hari berikutnya, pemerintah mengeluarkan maklumat bahwa uang yang berasal dari Netherlands Indies Civil Administration (NICA) tidak berlaku. Bersamaan dengan itu, pemerintah berencana untuk menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI).

Sejarah Oeang Republik Indonesia

Menteri Keuangan saat itu, A.A. Maramis kemudian membentuk Panitia Penyelenggara Pencetakan Uang Kertas Republik Indonesia pada tanggal 7 November 1945. Panitia tersebut diketuai oleh T.R.B. Sabaroedin.

Uang kertas yang pertama kali dibuat oleh pemerintah Indonesia adalah Oeang Republik Indonesia (ORI). Uang tersebut mulai dicetak sejak bulan Januari 1946. Proses pencetakannya dilakukan setiap hari, mulai dari pukul 7 pagi hingga pukul 10 malam bertempat di Percetakan Republik Indonesia, Salemba, Jakarta.

Empat bulan berselang, situasi di Jakarta mulai tak aman. Pada bulan Mei 1946, proses pencetakan ORI dihentikan dan terpaksa dipindahkan ke daerah lain seperti Yogyakarta, Surakarta, Malang, dan Ponorogo.

Peredaran Oeang Republik Indonesia

ORI pertama kali beredar pada tanggal 30 Oktober 1946. Meski A.A. Maramis sudah tak menjabat menteri keuangan lagi sejak November 1945, tanda tangan yang ada di uang tersebut masih atas namanya. Hal itu dikarenakan awal desain cetakan tersebut dibuat pada saat beliau menjabat. Tanggal beredarnya ORI untuk pertama kalinya itu diabadikan menjadi hari uang, yakni setiap 30 Oktober.

Oeang Republik Indonesia 1 rupiah (Foto: bi.go.id)

Setelah terjadi Agresi Militer Belanda, terjadi kekurangan uang tunai akibat terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pemerintah pusat kemudian memberikan mandat kepada para pemimpin daerah untuk menerbitkan mata uang lokal, yaitu ORI Daerah (ORIDA). Mata uang tersebut berlaku sementara di daerah masing-masing. ORIDA terbit di Provinsi Sumatra, Banten, Tapanuli, dan Banda Aceh sejak tahun 1947.

Penarikan Oeang Republik Indonesia

Pada bulan Desember 1949, Konferensi Meja Bundar menyepakati pembentukan Republik Indonesia Serikat (RIS). Kemudian, pada tanggal 1 Mei 1950 pemerintahan RIS menarik ORI dan ORIDA dari peredaran. lalu menggantinya dengan mata uang RIS yang berlaku sejak 1 Januari 1950.

Referensi:

  • Kementrian Keuangan, tanpa tahun. Sejarah Oeang Republik Indonesia (ORI). Diakses dari https://www.kemenkeu.go.id/single-page/sejarah-oeang/ pada 19 November 2021
  • Dwi Ratna Nurhajarini, 2006. Sejarah Oeang Repoeblik Indonesia. Jantra Vol. 1 No. 1
  • Bank Indonesia, tanpa tahun. Koleksi Museum. Diakses dari https://www.bi.go.id/id/layanan/museum-bi/koleksi-museum/default.aspx pada 19 November 2021

Leave a Reply

Your email address will not be published.